Seputar FSPMI – Sejarah, Visi, Misi dan Anggota

Posted: March 13, 2014 in Bisnis, Buruh, Umum
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

LOGOFSPMI
SEJARAH SINGKAT FSPMI

SPMI dideklarasikan saat dilaksanakannya Munas Luar Bisa SP LEM SPSI Reformasi tanggal 4 sampai 7 Pebruari 1999  di Hotel Tirta Gangga Garut Jawa Barat dengan diprakarsai oleh :

( Alm ) H. R .Endang Thamrin,Drs H. Thamrin Mosii dan Makmur Komarudin .

Kongres ke I.

Pada tanggal 6 Pebruari 1999 ,didirikanlah SPMI dengan dipilihnya  Drs.H.Thamrin Mosii sebagai Presiden dan (Alm ) R.H.Endang Thamrin sebagai Sekretaris Jendral untuk periode 1999 sampai 2001.

SPMI beranggotakan para pekerja di sektor industri metal yaitu elektronika dan elektrik;automotive,mesin dan komponen ;logam serta dok dan galangan kapal serta Dirgantara .

Kongres ke II.

Pada tanggal 28 Agustus sampai 1 September 2001,di Lembang  dilaksanakan Kongres ke II SPMI dan dirubah bentuk organisasi dari unitaris SPMI menjadi Federasi FSPMI dengan tujuan memperkuat peran Serikat Pekerja Anggota yaitu SPEE ,SPAMK ,SPL ,SPDG  dan SPDI.

Hasil Kongres dipilih Drs.H.Thamrin Mosii sebagai Presiden dan Ir.H.Said Iqbal sebagai Sekretaris Jendral untuk periode 2001 sampai 2006 .

SPMI diterima sebagai anggota IMF ( International Metal Workers Federation ) pada Kongres IMF ke 30 yang dilaksanakan pada 11 sampai 15 November 2011 di Sydney Australia .

Kongres ke III.

Pada tanggal 24 sampai 27 November 2006 di Bandung dilaksanakan Kongres ke III FSPMI .

Hasil Kongres dipilih Ir.H .Said Iqbal  sebagai Presiden dan Basril Hendrisman Amd  sebagai Sekretaris Jendral untuk periode 2006 sampai 2011 .

Rapim  6 November 2007 memutuskan perubahan logo FSPMI dan menjadikan FSPMI menjadi serikat pekerja yang berjuang di pabrik dan publik .

Ditetapkan juga Platform FSPMI yang dikenal dengan 9 Program Umum ,5 Pilar Pendukung ,10 Strategi Perjuangan dan 6 Issue Utama .

Kongres ke IV.

Pada tanggal 6 sampai 8 Pebruari 2011 di Bandung dilaksanakan Kongres ke IV FSPMI .

Hasil Kongres dipilih Ir.H .Said Iqbal  sebagai Presiden dan Suparno Beno sebagai Sekretaris Jendral untuk periode 2011 sampai 2016  .

Secara resmi Serikat Pekerja Aneka Industri SPAI-FSPMI dideklarasikan dan bergabung di FSPMI .

Untuk SPDG pada Munasnya juga memutuskan untuk merubah nama menjadi Serikat Pekerja Pelayaran dan Jasa Maritim disingkat SP PJM .

FSPMI tersebar di : Provinsi Nangro Aceh Darrusalam ,Sumatra Utara ,Kepulauan Riau ,Lampung ,Banten, DKI ,Jawa Barat ,Jawa Tengah ,Jawa Timur ,Sulawesi Selatan ,Gorontalo dan Sulawesi Utara ,tersebar di 36 Kabupaten dan Kota .

VISI DAN MISI FSPMI

Visi

Membangun Serikat Pekerja yang Demokratis, Bebas, Representatif, Independen dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial

Misi

  1. Meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan pekerja Indonesia dan keluarganya yang layak bagi kemanusiaan yang adil dan beradab
  2. Meningkatkan rasa kesetiakawanan dan persaudaraan kaum pekerja dan keluarganya.
  3. Meningkatkan produktifitas kerja, syarat-syarat kerja, dan kondisi kerja.

9 Program Kerja Utama FSPMI

1. Perlindungan dan Pembelaan
a. Meningkatkan kualitas & kuantitas PKB
b. Memantau pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Tenaga Kerja dan Pengawasan Ketenagakerjaan.
c. Menyelengggarakan pendidikan serta pelatihan advokasi dan menyelesaikan perselisihan perburuhan
2. Pemberdayaan Pekerja Perempuan
a. Membentuk direktorat dan biro perempuan di seluruh perangkat organisasi.
b. Mendorong pekerja perempuan untuk aktif dalam berorganisasi dan terlibat dalam pengambilan keputusan.
c. Mensosialisasikan dan mengkampanyekan permasalahan Gender dan isu-isu permasalahan pekerja perempuan.
3. Konsolidasi & Revitalisasi Organisasi
a. Mengorganisir pekerja yang belum terorganisir dengan target jumlah anggota 250.000 orang dan 500 unit kerja sampai tahun 2011
b. Menguatkan dan mengoptimalkan fungsi sekretaris jenderal, SPA dan audit sebagai prinsip dan tata kelola keuangan dan kinerja organisasi yang transparan dan bertanggungjawab
4. Ekonomi dan Kesejahteraan
a. Mempromosikan terwujudnya undang-undang pengupahan sebagai acuan sistim pengupahan layak nasional dan sistim upah sektoral
b. Memperjuangkan terlaksananya jaring pengaman sosial melalui sistim Jaminan sosial tenaga kerja dan jaminan pemeliharaan kesehatan
c. Mendorong tumbuhnya koperasi pekerja disetiap perusahaan
d. Membentuk Induk Koperasi Buruh Metal Indonesia (INKOPBUMI) dan membuat kode etik usaha
5. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
a. Mensosialisasi undang-undang dan peraturan K3
b. Menyelenggarakan Lokakarya dan pelatihan K3 sesuai prioritas
c. Melakukan monitoring dan pembentukan tim pelaksanaan K3 di tempat kerja
6. Konsolidasi Keuangan
a. Mendorong disiplin anggota dalam membayar iuran sebesar 1% dari upah
b. Konsisten melaksanakan keputusan Kongres II tentang mekanisme pembayaran iuran anggota
c. Menyusun program anggaran penerimaan dan pengeluaran organisasi serta profesionalisme administrasi
d. Menyusun dan menyiapkan data keuangan untuk auditor sebagai laporan dan mengoptimalkan fungsi bendahara
e. Membuat PO tentang keuangan Organisasi dan laporan tahunan keuangan organisasi
7. Pengembangan Kemampuan Informasi & Komunikasi
a. Mempromosikan seluruh perangkat organisasi memiliki perangkat keras dan perangkat lunak penunjang komunikasi
b. Menerbitkan brosur, buletin serta mendokumentasi kegiatan organisasi
c. Aktif membangun komunikasi dengan perangkat organisasi perburuhan lainnya di tingkat Nasional dan International
8. Pendidikan, Pelatihan dan Kaderisasi
a. Menyusun pedoman kurikulum dan silabus pendidikan
b. Mencetak juru didik yang standar
c. Melaksanakan pelatihan-pelatihan kaderisasi, peningkatan kemampuan kepemimpinan dan pengorganisasian.
d. Aktif dan bekerjasama dalam pelaksanaan aktifitas pendidikan dengan organisasi – organisasi perburuhan International, antara lain IMF, ACILS, FNV, SASK, IF Metal dan FES
e. Menyusun PO tentang pelaksanaan pendidikan dan buku panduan pendidikan
f. Membangun pola dan sistem kaderisasi
9. Membangun Solidaritas Pekerja
a. Berperan aktif menjadi dan sebagai anggota International Metalworkers’ Federation (IMF) — Industrial All
b. Aktif dalam politik perburuhan dengan membuat kode etik berpolitik bagi organisasi.

Keaanggota FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia):

SP-EE- FSPMI
Serikat Pekerja Elektronik Elektrik – FSPMI
SP-AMK- FSPMI
Serikat Pekerja Automotif, Mesin dan Komponen – FSPMI
SP-LOGAM- FSPMI
Serikat Pekerja Logam – FSPMI
SP-PJM- FSPMI
Serikat Pekerja Pelayaran Jasa Maritim – FSPMI
SP-DIRGANTARA- FSPMI
Serikat Pekerja Dirgantara – FSPMI
SP-AI- FSPMI
Serikat Pekerja Aneka Industri – FSPMI

AFILIASI  FSPMI (Nasional & Internasional)
Afiliasi Internasional : Industri All

Di tingkat nasional, FSPMI berafiliasi ke Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang beranggotakan 9 Federasi yaitu:, FSPKEP, SP.PAR Reformasi, SP.PPMI, PGRI, SP KAHUT-INDO, SP.FARKES Reformasi, ASPEK Indonesia, SP ISI, dan FSPMI.

Di tingkat International, FSPMI berafiliasi menjadi anggota International Metalwokers’ Federation (IMF) yang berkantor pusat di Jenewa-Swiss yang beranggotakan lebih dari 25 juta anggota di 101 negara dengan  207 federasi metal sedunia. Sekarang IMF berubah menjadi Industri ALL.

Untuk lebih lengkap kunjungi Website FSPMI: http://fsmpi.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s